Tel: (021) 75791272 Email: sekr-pte@bppt.go.id

Propagasi Signal HF dan VHF Terkait Sistem Elektronika Navigasi Penerbangan

Rabu, 18 Oktober 2017 telah dilaksanakan Focus Group Discussion (FGD) antara Pusat Teknologi Elektronika dengan Pusat Sain Antariksa , LAPAN. Bertempat di ruang Rapat EMC-PTE, Serpong, FGD ini dihadiri oleh dua orang staf dari LAPAN sebagai nara sumber. FGD yang bertemakan “Propagasi Signal HF dan VHF Terkait Sistem Elektronika Navigasi Penerbangan“ ini terkait dengan kegiatan kerjasama PTE dengan Perum LPPNPI tentang optimalisasi komunikasi radio HF.

                      

Materi pertama disampaikan oleh Bapak Drs. Jiyo, M.Si sebagai Peneliti Madya Pusat Sain Antariksa, LAPAN yang menjelaskan tentang pengaruh lapisan Ionosfer terhadap  perambatan gelombang radio baik HF,VHF, dan UHF. Materi kedua disampaikan oleh Bapak Slamet Supriadi, M.Si tentang bagaimana gangguan Ionosfer dan aktifitas antariksa lainnya pada propagasi HF dan VHF untuk navigasi penerbangan di Indonesia. Setelah paparan dari kedua narasumber dan diskusi langsung dengan peserta FGD, sebagai penutup masing-masing pihak, menyampaikan beberapa kegiatan kedepan yang dapat dilakukan kerjasama dibidang elektronika navigasi, Pusat Teknologi Elektronika, BPPT dengan Pusat Sain Antariksa, LAPAN. (WSP/DY)

Aktivitas Persiapan Perangkat Pengukuran Sinyal Gelombang HF (High Frequency) Penerbangan

Gelombang HF memiliki rentang frekuensi antara 3 sampai dengan 30MHz,  Gelombang HF dengan propagasi Sky-Wave digunakan untuk komunikasi penerbangan dan propagasi Ground-Wave untuk komunikasi maritim. Gelombang HF memanfaatkan pantulan oleh lapisan Ionosfer, sehingga kualitasnya sangat dipengaruhi oleh kondisi dinamika lapisan ionosfer.

Sinyal HF untuk komunikasi penerbangan di Indonesia menggunakan beberapa kanal frekuensi, diantaranya frekuensi 8957 KHz. Lab PTE tengah menyiapkan perangkat penerima sinyal HF yang berguna untuk memonitor kualitas sistem komunikasi radio. Perangkat yang digunakan antara lain Antena HF jenis WHIP,  Portable Realtime Spectrum Analyzer Signalhound dan laptop untuk menampilkan hasil pemantauan sinyal HF. Perangkat ini dirancan untuk digunakan secara portabel sehingga memudahkan pemantauan dan pengukuran kualitas sinyal di lokasi lapangan.

 

                     

 

 

 

       

 

Nose Radome N219 Develompent Testing

Pesawat udara buatan PT. Dirgantara Indonesia N219 berhasil mengudara menyambut Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Indonesia yang ke 72. Setelah suksesnya uji coba pesawat N219 PT. Dirgantara Indonesia, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi berpartisipasi dalam pengujian efek Elektromagnetik untuk pengembangan Nose Radome N219 dengan mengacu pada metode pengujian yang didefinisikan oleh ‘engineers Test Design’ PT. Dirgantara Indonesia. Nose Radome adalah bagian hidung pesawat yang di dalamnya terdapat radar yang mendeteksi cuaca selama penerbangan.

Gelombang elektromagnetik, baik yang dipancarkan radar maupun pantulan balik gelombang elektromagnetik tersebut yang akan ditangkap radar, akan merambat melalui Nose Radome. Karakteristik material dari Nose Radome tersebut sangat mempengaruhi perambatan dari gelombang tersebut yang selanjutnya akan mempengaruhi penerimaan data cuaca yang sangat vital bagi keselamatan penerbangan.

Pengujian Nose Radome dengan metode uji yang ditetapkan oleh ‘engineers Test Design’ PT. Dirgantara Indonesia mengacu Standard Internasional Penerbangan seperti RTCA DO-213. Pengujian tersebut dilakukan di Laboratorium Electro Magnetic Compatibility (EMC) yang dikelola Pusat Teknologi Elektronika BPPT. Laboratorium EMC memiliki fasilitas pengujian berstandard internasional ANSI 63.4 yaitu Anechoic Chamber, ruang kedap dan anti pantulan medan elektromagnetik yang menggaransi keakuratan hasil pengujian medan dan gelombang elektro magnetik.

 

Kunjungan Kerja ke Balai Riset Observasi Laut, KKP di Perancak Bali

Pada tanggal 12 Oktober 2017, Tim PTE (Direktur PTE, Kabag Program & Anggaran, Kepala Program SEN dan GL Navigasi Laut) telah melakukan kunjungan kerja ke Balai Riset Obsevasi Laut (BROL), Kementerian Kelautan dan Perikanan di Perancak, Jembrana Bali.

BROL mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan observasi sumber daya laut.

Tim dari BROL yang menerima Tim BPPT antara lain Dr. Bambang Sukresno, S.Si, M.Si dan Dr. Denny Wijaya Kusuma, S. Pi, M.Si.

Tujuan dari kunjungan ini adalah sosialisasi dan penjajagan rencana kerjasama pengembangan prototipe Transceiver AIS (Automatic Identification System) yang tengah dikembangkan oleh PTE BPPT.  AIS merupakan sistem pemantauan kapal laut yang berguna untuk meningkatkan kesematan dan dan keamanan maritim.

Salah satu rencana kerjasama yaitu pemanfaatan produk BROL yaitu peta PPDPI  (Peta Prakiraan Daerah Penangkapan Ikan) untuk dimasukan ke dalam informasi AIS BPPT. Sehingga nelayan sebagai pengguna Transceriver  AIS dapat mendapat informasi wilayah potensi ikan di wilayahnya. PPDPI berisikan informasi prediksi daerah penangkapan dan daerah potensi penangkapan ikan pelagis di wilayah perairan Indonesia. Informasi PPDPI diperbaharui secara rutin seminggu 3 kali, (Senin, Rabu dan Jum’at). Inovasi ini merupakan salah satu alat bantu nelayan dalam menentukan lokasi penangkapan ikan, sehingga jumlah tangkapan dapat lebih optimal.

BROL menyambut baik kunjungan dari PTE-BPPT dan mendukung kerjasama pengembangan AIS Transceiver Class B BPPT. Untuk menindaklanjuti kerjasama ini perlu menyusun Perjanjian Kerja Sama sebagai landasan hukum  yang mengacu pada MoU BPPT-KKP yang telah ditandatangani sebelumnya.  Lingkup kerjasana meliputi pemenfaatan PPDPI dan pengujian di lingkungan wilayah BROL. Dengan pengujian Infrastruktur AIS pada kapal-kapal nelayan, maka BROL KKP akan mendapatkan kemudahan dalam  melakukan validasi model pemetaan potensi ikan karena koordinat pergerakan kapal nelayan langsung dapat dimonitor dilayar VTS. (WSP/DY).

 

 

Kunjungan Kerja ke Kantor Stasion Radio Pantai Padangbai Bali, Ditjen Perhubungan Laut

Pada tanggal 10 Oktober 2017, Tim PTE (Direktur PTE, Kabag Program & Anggaran, Kepala Program SEN dan GL Navigasi Laut) telah melakukan kunjungan kerja ke Kantor Stasiun Radio Pantai  Kelas IV Padangbai, Ditjen Perhubungan Laut di lokasi Pelabuhan Penyeberangan Padangbai Karangasem Bali.

Kantor Stasiun Radio Pantai (SROP) kelas IV Padangbai mengoperasikan Global Maritime Distress and Safety System (GMDSS) yang berfungsi untuk:

  1. pemberitahuan tentang adanya musibah marabahaya (alerting);
  2. komunikasi untuk koordinasi SAR;
  3. komunikasi di lokasi musibah;
  4. tanda untuk memudahkan penentuan lokasi;
  5. pemberitahuan informasi mengenai keselamatan pelayaran;
  6. komunikasi radio umum; dan
  7. komunikasi antar anjungan kapal.

 Kunjungan ini bertujuan untuk sosialisasi kegiatan Sistem Elektronika Navigasi (SEN) dan menghimpun informasi bagi pelaksanaan pengembangan danrencana pengujian prototipe Transceiver AIS B

PPT. AIS merupakan sistem untuk pemantauan pergerakkan kapal untuk meningkatkan keselamatan dan keamanan transportasi laut.

SROP Padangbai memantau lalu lintas pelayanan penyeberangan Padangbai ke Pulau Lombok.

Beberapa informasi yang diperoleh dari kunjungan ini, yaitu :

  • Jumlah penyeberangan wisatawan dari Pelabuhan Padangbai ke Pelabuhan Gili Trawangan Lombok mencapai hampir 2000 orang perhari menggunakan kapal cepat dengan kapasitas 100 penumpang
  • Jam Operasi Penyeberangan adalah dari jam 8:00 - 16:00
  • Sebagian Kapal Cepat sudah dilengkapi dengan Perangkat Radio SSB, AIS Transceiver dan Radar
  • Stasiun Radio Pantai Kelas IV Padangbai rencananya akan dipasang VTS pada tahun 2018. (WSP/DY)

  

Login Form

Hubungi Kami

Gedung Teknologi Informasi, Komunikasi dan Elektronika, No. 254
Kawasan PUSPIPTEK Serpong, Tangerang 15314

Tel: (021) 75791272 Ext. 3555

Fax: (021) 75791266