Tel: (021) 75791272 Email: sekr-pte@bppt.go.id

Kerjasama PTE Dengan PENS ITS

Pengembangan teknologi perlu mengerahkan sumber daya yang tidak sedikit dan mensinergikan potensi-potensi yang dimiliki oleh berbagai elemen anak bangsa. Upaya mensinergikan berbagai potensi dalam pengembangan teknologi dilakukan oleh BPPT dengan menjalin kerjasama dengan industri, perguruan tinggi serta lembaga litbang lainnya. Dalam rangka mengakselerasi pengembangan teknologi elektronika, Pusat Teknologi Elektronika BPPT menjalin kerjasama dengan Winteq, Politeknik Elektronika Surabaya dan Departemen Teknik Elektro Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya.

Bersamaan dengan pelaksanaan Internasional Electronic Symposium 26-27 September 2017, pertemuan yang dilakukan di Gedung Pascasarjana PENS antara Direktur PTE BPPT Yudi Purwantoro dengan Grup Robotic Research Centre PENS yang terdiri dari Dr Dadet Pramadihanto dan Dr Raden Sanggar Dewanto, telah membahas peluang untuk melakukan kerjasama dalam pengembangan teknologi swakemudi pada mobil listrik. Pengembangan teknologi swakemudi ini akan mensinergikan kemampuan BPPT dalam bidang teknologi internet of things (IoT), navigasi dan kendali dengan kemampuan PENS dalam bidang robotic vision yang sedang diaplikasikan pada pengembangan robot manusia (humanoid) dan becak listrik swakemudi (eCAK). Selain melibatkan BPPT dan PENS pengembangan teknologi swakemudi mobil listrik juga akan melibatkan semua jaringan kerjasama yang dimiliki oleh kedua belah pihak seperti Winteq Astra, Keio University Jepang dan Derby University Inggris.

Selain dengan PENS, Direktur PTE BPPT juga melakukan pembahasan peluang kerjasama pengembangan teknologi navigasi laut berbasis AIS dan Telemedicine dengan jajaran ketua dan peneliti Departemen Teknik Elektro ITS, antara lain Dr Eng Ardyono Priyadi, Prof Gamantyo Hendrantoro, Dr Endroyono dan Dr Wirawan.

Kerjasama pengembangan teknologi tersebut akan diwujudkan dalam sebuah platform penelitian dan pengkajian teknologi pada bidang swakemudi mobil listrik, navigasi dan telemedicine. Diharapkan dalam dua sampai tiga tahun lagi kerjasama ini akan menghasilkan produk teknologi yang siap dimanfaatkan secara komersial oleh industri nasional.

BLE (Bluetooth Low Energy) Beacon, Simple & Practical

Sebagai salah satu innovator terbaik di dunia, Leonardo Da Vinci memiliki suatu prinsip bahwa: “Simplicity is the ultimate sophistication” atau berarti Kesederhanaan adalah kecanggihan tertinggi. Hal ini merupakan aspek penting dari pemanfaatan BLE beacon dalam sistem Internet of Things.

Pernyataan di atas disampaikan oleh salah satu pemakalah dalam acara Seminar bulanan Pusat Teknologi Elektronika (PTE) yang  kali ini bertemakan  “Internet of Things” pada tanggal 28 Agustus 2017.

BLE Beacon pada dasarnya adalah sebuah perangkat yang sangat sederhana berupa perangkat wireless kecil yang berbasiskan Bluetooth Low Energy yang mentransmisikan sinyal radio secara terus menerus yang berkaitan dengan ID dari beacon tersebut. Dengan menggunakan Smartphone Android terkini, BLE sangat mudah untuk dibaca dan dideteksi. Beberapa informasi yang diperoleh pada pembacaan ini, seperti data sensor dan estimasi jarak antara beacon dengan Smartphone. Hanya dengan kedua data tersebut, developer dapat berkreasi untuk mengembangkan banyak aplikasi yang unik, aplikatif, dan dapat bermanfaat untuk optimasi sistem di industri juga manfaat lainnya.

Meskipun BLE beacon sangat sederhana, namun, BLE beacon dibuat dengan teknologi yang cukup maju. Bluetooth Low Energy, yang merupakan media akses dari beacon, memiliki cakupan yang cukup luas (Secara teori 200 m) dari segi jangkauan dibandingkan dengan Wireless Short Range lainnya. Bahkan saat ini dengan berkembangnya Bluetooth 5.0, jangkauan Bluetooth Smart, menurut Bluetooth SIG, dapat menjangkau 4 kali lipat dibandingkan dengan Bluetooth 4.0. Selain itu, dari sisi low energy, teknologi ini menciptakan interaksi seamless yang tidak mengkonsumsi banyak energy batere (secara teori, dengan batere 3 volt dapat bertahan selama 2 tahun). Selain itu, oleh karena sistem yang tidak kompleks, teknologi beacon tidak perlu bertarung dengan banyak standar aplikasi IoT, sehingga memudahkan developer dalam pengembangannya.

Saat ini Laboratorium Multimedia Digital Network (MDN) – PTE mengembangkan beberapa aplikasi yang berkaitan dengan pemanfaatan BLE beacon. Beberapa aplikasi tersebut adalah Smart Transportation, Smart Museum dan Smart Warehouse.

Smart Transportation merupakan aplikasi yang dapat memonitoring kedatangan dan keberangkatan kendaraan umum, khususnya bus tanpa menggunakan GPS. Sistem pendeteksiannya memanfaat keakuratan dari metode Geofencing yang diimplementasikan berdasarkan hasil kajian dari lab MDN. Sistem ini juga memanfaatkan beacon yang dapat memforward data ke beacon lain (Mesh Network).

Smart Museum merupakan suatu aplikasi mobile berbasiskan android yang memiliki fitur navigasi, Geofencing, dan pencarian Artifact, sedangkan aplikasi Smart Warehouse merupakan aplikasi yang saat ini sedang dikembangkan untuk keperluan Elnusa dalam Optimasi dan Monitoring benda-benda pertambangan yang disimpan dalam warehouse mereka.

Aplikasi, yang saat ini dikembangkan oleh PTE MDN BPPT saat ini, memiliki potensi yang cukup besar dalam implementasinya dan penggunaannya. Selain itu, terdapat juga potensi turunan fungsi dari aplikasi yang dikembangkan seperti, aplikasi di bandara atau Smart Airport, aplikasi di Rumah Sakit atau Smart Hospital, dan aplikasi Smart lainnya. Tentu saja, pengembangan dan implementasi aplikasi ini sangat memerlukan dukungan dari BPPT dan kerjasama dengan lembaga, stakeholder dan pemerintah yang terkait untuk menciptakan sistem Internet of Things yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat.

Pelatihan Micro Controller Unit (MCU), NFC, BLE & Long Range Access (LoRa)

Dalam rangka meningkatkan kompetensi SDM Pusat Teknologi Elektronika bekerjasama dengan STMicroelectronics mengadakan pelatihan Micro Controller Unit (MCU), NFC, BLE dan Long Range Access (LoRa) selama dua hari pada tanggal 9 dan 10 agustus di PUSPIPTEK Serpong. Pelatihan ini dikuti oleh staf dari Pusat Teknologi Elektronika-BPPT, staf dari PT ELNUSA Tbk, Giga Solusi dan PT. Hartono Istana Teknologi.

Adapun tujuan pelatihan ini adalah meningkatkan pengetahuan tentang arsitektur dan peripeherals mikrokontroler STM32L0 serta penerapannya pada berbagai jenis sensor, modul NFC, dan modul BLE. Selain itu juga tentang LoRaWAN, Network Server dan Application Server. Dalam sesi pelatihan ini juga didemokan komunikasi antara end device LoRa dengan gateway LoRa.

Dari pelatihan semacam ini, diharapkan dapat membantu pengembangan Teknologi Elektronika di Indonesia, khususnya kegiatan di PTE.

ADS-B Ground Station Produksi BPPT dan PT INTI Dipamerkan di Makassar

Pada tanggal 10 Agustus 2017, Hasil Rekayasa Pusat Teknologi Elektronika (PTE) yaitu ADS-B Ground Station ikut dipamerkan pada Hari Puncak Acara HAKTEKNAS 2017 di Center Point of Indonesia Makassar sebagai INOVASI TEKNOLOGI yang dimanfaatkan Industri 2015-2017

ADS-B AGS216 adalah Perangkat ADS-B Ground Station yang dibuat oleh BPPT dan diproduksi secara industrial oleh PT. INTI untuk  memenuhi kebutuhan teknologi surveillance dalam meningkatkan keselamatan penerbangan seiring dengan semakin meningkatnya penerbangan sipil di ruang udara Indonesia

Pada kesempatan ini, Kepala BPPT memberi penjelasan mengenai ADS-B Ground Station dan potensi pemanfaatannya di Indonesia kepada Wakil Presiden RI Bapak Mohammad Yusuf Kalla, Menristek M. Nasir, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia  Puan Maharani dan Presiden ke 3 RI Bapak BJ Habibie.

Benefit yang dapat dihasilkan dari AGS216 adalah :

  • Meningkatkan Situational Awareness
  • Meningkatkan Coverage Area yang tidak tercover oleh RADAR
  • Pengoperasiannya yang mudah dan murah
  • Instalasi yang mudah

Dua Staf PTE-BPPT Mempresentasikan Makalahnya di QiR, Bali

 

Dua orang staf PTE (Pusat Teknologi Elektronika) - BPPT mempresentasikan makalahnya dalam 15th International Symposium on Electrical and Computer Engineering, International Conference on Quality in Research (QiR). Konferensi  Internasional  ini diselenggarakan setiap dua tahun oleh Universitas Indonesia sebagai wadah untuk bertukar informasi dan pengetahuan khususnya pada pengembangan dan inovasi dalam ilmu pengetahuan, teknik, dan desain. Pada tahun ini diselenggarakan  di Bali International Convention Center (BICC) the Westin Nusa Dua, Bali pada tanggal 24 – 27 Juli 2017 dengan tema “Science, Technology and Innovation for Sustainable World”  dan menampilkan presentasi dari invited speakers, dan makalah peserta yang berasal lebih dari 28 negara di dunia.

Dalam International Conferene on QiR ini terdapat beberapa symposium yaitu International Symposium on Civil and Environmental Engineering, International Symposium on Mechanical and Maritime Engineering, International Symposium on Electrical and Computer Engineering, International Symposium on Materials and Metallurgy, International Conference on Dwelling Form (I-DWELL), International Symposium on Chemical Engineering, International Symposium on Industrial Engineering and Ergonomics, International Symposium on Innovation Technology and Community Engagement.Makalah akan dipublikasikan dalam prosiding The 15th International Conference on Quality In Research (QiR) 2017. (MH)

Login Form

Hubungi Kami

Gedung Teknologi Informasi, Komunikasi dan Elektronika, No. 254
Kawasan PUSPIPTEK Serpong, Tangerang 15314

Tel: (021) 75791272 Ext. 3555

Fax: (021) 75791266