Tel: (021) 75791272 Email: sekr-pte@bppt.go.id

BPPT dan Kominfo Kaji Urgensi Standar & Regulasi Internet of Things Untuk Indonesia

Selasa 2 Mei 2017,  Pusat Teknologi Elektronika (PTE) – Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan Balitbang SDPPI Kementerian Komunikasi dan Informatika mengadakan pertemuan untuk mengkaji perlunya  Standar dan Regulasi Internet of Things di Indonesia, bertempat di Gedung Teknologi 3 Puspiptek – Serpong. Pertemuan dibuka oleh Chief Engineer Kegiatan Sistem Elektronika Telemedicine Dr. Anak Agung Ngurah Ananda Kusuma, kemudian dilanjutkan dengan paparan tentang kegiatan Internet of Things di PTE oleh Leader WP 1.1 Internet of Things, Andi Kurnianto, S.Kom, dan diakhiri dengan tanya jawab oleh perwakilan Balitbang SDPPI KOMINFO dengan tim IoT PTE.

Dalam paparannya, Andi Kurnianto, S.Kom menjelaskan beberapa proyek terkait dengan IoT yang sudah di kerjakan oleh BPPT, yaitu  IoT Object Identification for Smart Museum, Testbed Application for BLE measurement, Prototype Indoor Navigation and Positioning, dan Kajian Security Mobile IoT. Kegiatan yang berhubungan dengan Internet of Things sudah dimulai sejak tahun 2014, dan untuk tahun 2017 ini difokuskan untuk menunjang kebutuhan Telemedicine.  Dalam pengembangan IoT ini, BPPT juga telah bekerjasama dengan pihak industri seperti PT Eyro Digital (Cubeacon), PT. Sigma Cipta Utama, dan ST Micro.

Selanjutnya, dalam sesi diskusi dibahas tentang standar (keamanan/perangkat/komunikasi)  IoT, potensi industri IoT saat ini dan kedepannya, model bisnis IoT industri yang eksisting, peluang penerapan IoT dalam meningkatkan ekonomi di Indonesia, bagaimana menumbuhkan  inovasi  dari  pelaku  startup  lokal, dan kondisi regulasi IoT baik regional maupun intemasional.  Pihak BPPT menilai standar dan regulasi Internet of Things di Indonesia sangat diperlukan, dan diharapkan Kementerian Komunikasi dan Informatika selaku regulator dapat mendukung terwujudnya hal tersebut.

BPPT dan Kominfo Kaji Urgensi Standar & Regulasi Internet of Things Untuk Indonesia

 

Selasa 2 Mei 2017,  Pusat Teknologi Elektronika (PTE) – Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan Balitbang SDPPI Kementerian Komunikasi dan Informatika mengadakan pertemuan untuk mengkaji perlunya  Standar dan Regulasi Internet of Things di Indonesia, bertempat di Gedung Teknologi 3 Puspiptek – Serpong. Pertemuan dibuka oleh Chief Engineer Kegiatan Sistem Elektronika Telemedicine Dr. Anak Agung Ngurah Ananda Kusuma, kemudian dilanjutkan dengan paparan tentang kegiatan Internet of Things di PTE oleh Leader WP 1.1 Internet of Things, Andi Kurnianto, S.Kom, dan diakhiri dengan tanya jawab oleh perwakilan Balitbang SDPPI KOMINFO dengan tim IoT PTE.

Dalam paparannya, Andi Kurnianto, S.Kom menjelaskan beberapa proyek terkait dengan IoT yang sudah di kerjakan oleh BPPT, yaitu  IoT Object Identification for Smart Museum, Testbed Application for BLE measurement, Prototype Indoor Navigation and Positioning, dan Kajian Security Mobile IoT. Kegiatan yang berhubungan dengan Internet of Things sudah dimulai sejak tahun 2014, dan untuk tahun 2017 ini difokuskan untuk menunjang kebutuhan Telemedicine.  Dalam pengembangan IoT ini, BPPT juga telah bekerjasama dengan pihak industri seperti PT Eyro Digital (Cubeacon), PT. Sigma Cipta Utama, dan ST Micro.

Selanjutnya, dalam sesi diskusi dibahas tentang standar (keamanan/perangkat/komunikasi)  IoT, potensi industri IoT saat ini dan kedepannya, model bisnis IoT industri yang eksisting, peluang penerapan IoT dalam meningkatkan ekonomi di Indonesia, bagaimana menumbuhkan  inovasi  dari  pelaku  startup  lokal, dan kondisi regulasi IoT baik regional maupun intemasional.  Pihak BPPT menilai standar dan regulasi Internet of Things di Indonesia sangat diperlukan, dan diharapkan Kementerian Komunikasi dan Informatika selaku regulator dapat mendukung terwujudnya hal tersebut.

PTE Mengembangkan Peralatan Navigasi Laut AIS Untuk Pelayaran Kecil

Melakukan Audiensi dengan Direktorat Kenavigasian Direktorat Jendral Perhubungan Laut

Pada tanggal 17 April 2017 Tim PTE-BPPT Melakukan Audensi dengan Direktorat Kenavigasian Direktorat Jendral Perhubungan Laut Kementrian Perhubungan dalam rangka koordinasi dan paparan kegiatan Pengembangan Automatic Identification System (AIS) Class B di BPPT. Tim BPPT yang hadir adalah Bapak Direktur PTE, Dr.Yudi Purwantoro didampingi Tim Kegiatan Sistem Elektronika Navigasi.

Dalam kesempatan ini juga pihak Direktorat Kenavigasian yang diwakili oleh Kasi Peralatan dan Pemeliharaan Telekomunikasi Pelayaran Ibu Erika Marpaung menjelaskan Vessel Tracking System (VTS) yang dimiliki oleh Direktorat Jendral Perhubungan Laut untuk memonitor lalu-lintas pelayaran laut di Indonesia. Pihak Direktoray  Kenavigasian menyambut baik program kerja BPPT dalam mendukung teknologi transportasi laut sehingga dengan tersedianya teknologi AIS Class B ini lebih banyak kapal laut dengan bobot dibawah 300 GT bisa bisa termonitor dengan baik.

Gayung bersambut berdasarkan sumber informasi dari Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut bahwa pihak Hubla telah menerbitkan peraturan tentang petunjuk kapal tradisional pengangkut penumpang untuk seluruh wilayah perairan di Indonesia.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut, A. Tonny Budiono menyebutkan bahwa peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Laut No. HK.103/2/8/DJPL-17 tanggal 18 April 2017 tentang Petunjuk Kapal Tradisional Pengangkut Penumpang dimaksud diterbitkan dalam rangka menjamin keselamatan kapal penumpang tradisional pengangkut penumpang  di wilayah perairan Indonesia.

"Selain untuk menjamin keselamatan kapal penumpang tradisional, peraturan Dirjen Hubla dimaksud juga diterbitkan untuk memenuhi persyaratan kelaiklautan kapal tradisional pengangkut penumpang," jelas Dirjen Tonny.

Lebih lanjut, Dirjen Tonny menjelaskan bahwa kapal tradisional Pengangkut Penumpang merupakan kapal yang dibangun secara tradisional atau tidak mengikuti kaidah rancang bangun konvensi yang mengangkut sebanyak 12 orang penumpang atau lebih.

"Peraturan ini juga mengatur tentang keselamatan kapal tradisional pengangkut penumpang yang meliputi pengesahan gambar rancang bangun, konstruksi kapal, permesinan dan pelistrikan serta pencegahan pencemaran, status hukum kapal dan pengawakan Kapal Tradisional Pengangkut Penumpang," ujar Tonny.

Adapun untuk mengoperasikan Kapal Tradisional Pengangkut Penumpang, pemilik atau operator diwajibkan untuk memiliki Surat Ijin Usaha Angkutan Pelayaran Rakyat (SIUPER), berlayar sesuai dengan rute (rencana pengoperasian kapal) yang ditentukan dari suatu pelabuhan tertunjuk dan tidak memasuki perairan negara lain, jarak pandang tidak kurang dari 2 (dua) mil laut, dilarang berlayar pada malam hari dan sebelum keberangkatan kapal, awak kapal wajib melaksanakan demonstrasi penggunaan peralatan keselamatan dan petunjuk jalur evakuasi serta lokasi alat pemadam kebakaran.

Disamping itu, menurut Dirjen Hubla Kapal Tradisional Pengangkut Penumpang yang dapat didaftarkan kepemilikannya di Indonesia, yaitu Kapal Tradisional Pengangkutan Penumpang dengan ukuran tonase kotor sekurang-kurangnya GT 7 (tujuh Gross Tonnage), Kapal Tradisional Pengangkutan Penumpang milik Warga Negara Indonesia atau  Badan Hukum yang didirikan berdasarkan hukum Indonesia dan berkedudukan di Indonesia, serta Kapal Tradisional Pengangkutan Penumpang milik Badan Hukum Indonesia yang merupakan usaha patungan yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh Warga Negara Indonesia, dengan komposisi kepemilikan sahamnya dikeluarkan oleh instansi yang berwenang.

"Untuk ketentuan sertifikasi Kapal Tradisional Pengangkut Penumpang ini diberikan oleh Syahbandar setempat dengan masa berlaku maksimal 6 (enam) bulan. Kapal jenis ini juga diwajibkan untuk melaksanakan pengedokan/pelimbungan pada setiap 12 (dua belas) bulan dari saat peluncuran kapal atau tanggal turun dok terakhir," ujar Tonny.

Dengan terbitnya Peraturan tentang Petunjuk Kapal Tradisional Pengangkut Penumpang ini Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut berharap keselamatan pelayaran di Indonesia dapat meningkat seiiring dengan peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya keselamatan pelayaran.​

http://hubla.dephub.go.id/berita/Pages/KEMENHUB-TERBITKAN-ATURAN-PETUNJUK-KAPAL-TRADISIONAL-PENGANGKUT-PENUMPANG.aspx

BPPT – PTDI Jajaki Kerjasama Pengujian Electromagnetic (Electromagnetic Test) Untuk Radome Pesawat CN-219

Pengujian Electromagnetic radome pesawat merupakan salah satu prosedur agar sebuah pesawat dapat memperoleh sertifikasi. Pengujian electromagnetic di BPPT ini masih merupakan pengembangan bukan sertifikasi. Pada pertemuan tanggal 27 April 2017 kemarin juga dilakukan pengukuran RF Stability di Lab EMC BPPT pada rentang frekuensi X-Band dengan hasil pengukuran sudah memenuhi requirement yaitu <=2 %. Untuk persiapan pelaksanaan test, rencananya akan dilakukan harmonisasi dan validasi prosedur antara Lab EMC BPPT dengan PT DI. Jadwal pelaksanaan harmonisasi dan validasi menyesuaikan. Perencanaan awal dari PT DI adalah tanggal 23 Mei 2017.

 

 

PTE Melaksanakan Penjajakan Kerjasama Riset Dengan Departemen Matematika FMIPA UGM

Sebagai salah satu langkah dalam menjalin kerjasama dengan pihak akademisi, Pusat Teknologi Elektronika (PTE) – Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menerima kunjungan dari Departemen Matematika Universitas Gadjah Mada (UGM) pada tanggal 18 April 2017, bertempat di Ruang Workshop PMI Lt.2, Gedung Teknologi 3, PUSPIPTEK Serpong. Tim terdiri dari Dr. Indah Emilia Wijayanti (Sekretaris Departemen Matematika), Dr. Fajar Adi Kusumo (Ketua Laboratorium Matematika Terapan), Prof. Dr. Salmah (Anggota Laboratorium Matematika Terapan), Dr. Sumardi (Ketua Laboratorium Komputasi Matematika), dan Dr. Solikhatun (Anggota Laboratorium Matematika Terapan). Rombongan diterima oleh Kabag Bina Program dan Anggaran PTE, Achmad Wibisono, didampingi oleh Chief Engineer, Ananda Kusuma, Program Manager Arief Barkah, serta diikuti oleh leader dan engineering staff dari kegiatan Sistem Elektronika Telemedicine.

Kedatangan pihak departemen Matematika UGM ini merupakan kunjungan balasan untuk tim Teknologi Navigasi Indoor, yang merupakan bagian dari Kegiatan Teknologi Konvergensi TIK di PTE pada tahun 2015 lalu. Adapun tujuan pertemuan kali ini adalah untuk membahas topik-topik penelitian baik yang ada di Departemen Matematika UGM maupun di  BPPT yang memiliki potensi untuk dilakukan secara kolaboratif.

Pertemuan dibuka oleh Kabag Bina Program dan Anggaran PTE, Achmad Wibisono, dilanjutkan dengan pemaparan dari Sekretaris Departemen Matematika UGM, Dr. Indah Emilia Wijayanti. Disampaikan beberapa bidang utama yang menjadi ujung tombak penelitian di Departemen Matematika UGM, yaitu matematika terapan, stastistika, komputasi matematika, dan komputasi statistika. Selanjutnya dijelaskan pula penelitian-penelitian yang telah dikembangkan, antara lain penelitian menyangkut pemodelan pada sistem irigasi yang dikembangkan oleh Prof. Dr. Salmah, teori kendali dan penerapannya pada sistem aeronautika helikopter oleh Dr. Solikhatun, serta  pemaparan dari Dr. Sumardi tentang topik riset lab komputasi matematika, yaitu metode numerik, persamaan diferensial numerik, komputasi aljabar linier, komputasi optimasi, Computational Fluid Dynamics (CFD), pengolahan citra, software engineering, parallel computing, dan smart computing.

Pada sesi kedua dari pertemuan, dilaksanakan pemaparan tentang pemanfaatan Kalman Filter di Pusat Teknologi Elektronika oleh Willy Dharmawan. Pembahasan antara lain menyangkut basic Kalman Filter, contoh penerapan Kalman Filter, proses pada Kalman Filter, pengenalan Receive Signal Strength Indicator (RSSI), alasan penggunaan dan keunggulan RSSI untuk keperluan komunikasi wireless. Selain itu dijelaskan pula tentang SLAM (Simultaneous Location and Mapping) dan Fast SLAM yang banyak digunakan dalam bidang robotik serta LEACH (Low Energy Adaptive Clustering Hierarchy).

Pada kesempatan ini disepakati tentang perlunya komunikasi lebih lanjut untuk menyamakan persepsi antara pihak BPPT selaku praktisi dengan pihak departemen UGM selaku akademisi. Akan dipilih fokus penelitian yang membutuhkan kajian matematis dari pihak departemen matematika UGM, untuk kemudian dapat ditentukan metode pengolahan data yang terbaik, dan diharapkan dapat dihasilkan pemodelan yang optimal yang kemudian dapat diterapkan oleh pihak PTE.

Rangkaian acara ditutup oleh Chief Engineer, Ananda Kusuma dan diakhiri dengan serah terima cendera mata dari pihak Departemen Matematika UGM pada PTE BPPT serta foto bersama.

Login Form

Hubungi Kami

Gedung Teknologi Informasi, Komunikasi dan Elektronika, No. 254
Kawasan PUSPIPTEK Serpong, Tangerang 15314

Tel: (021) 75791272 Ext. 3555

Fax: (021) 75791266