Tel: (021) 75791272 Email: sekr-pte@bppt.go.id

Audiensi Dengan Direktorat Kenavigasian Direktorat Jendral Perhubungan Laut

Pada tanggal 17 April 2017 Tim PTE-BPPT Melakukan Audiensi dengan Direktorat Kenavigasian Direktorat Jendral Perhubungan Laut Kementrian Perhubungan dalam rangka koordinasi dan paparan kegiatan Pengembangan Automatic Identification System (AIS) Class B di BPPT. Dalam kesempatan ini juga pihak Direktorat Kenavigasian yang diwakili oleh Kasi Peralatan dan Pemeliharaan Telekomunikasi Pelayaran Ibu Erika Marpaung menjelaskan Vessel Tracking System (VTS) yang dimiliki oleh Direktorat Jendral Perhubungan Laut untuk memonitor lalu-lintas pelayaran laut di Indonesia. Pihak Direktoray Kenavigasian menyambut baik program kerja BPPT dalam mendukung teknologi transportasi laut sehingga dengan tersedianya teknologi AIS Class B ini lebih banyak kapal laut dengan bobot dibawah 300 GT bisa bisa termonitor dengan baik.

Kick-off Meeting Kegiatan Sistem Elektronika Telemedicine Pusat Teknologi Elektronika (PTE) – BPPT

Sehubungan dengan pelaksanaan Kegiatan Pengkajian dan Penerapan Teknologi Elektronika, Inovasi Kovergensi Teknologi Elektronika dan Telekomunikasi Sistem Elektromedika, pada Senin 17 April 2017 diselenggarakan  Kick-off Meeting Kegiatan Sistem Elektronika Telemedicine bertempat di Hotel Santika BSD City, Serpong. Rapat dihadiri oleh Direktur Pusat Teknologi Elektronika (PTE) – BPPT , Dr. Yudi Purwantoro, Kabag Bina Program dan Anggaran PTE, Achmad Wibisono, ST, Kepala Program  Sistem Elektronika Telemedicine, Dr. Pratondo Busono, Chief Engineer Dr. Ananda Kusuma, Program Manager Ir. Arief Barkah, serta diikuti oleh para Group Leader, Leader, dan Engineering staff di kegiatan Sistem Elektronika Telemedicine.

Rapat dimulai oleh Kepala Program  Sistem Elektronika Telemedicine, kemudian dibuka secara resmi oleh Direktur PTE, Pada sambutannya, Bapak Direktur  mengingatkan pada rekan muda yang akan tugas belajar untuk menyiapkan usulan untuk RENSTRA PTE setelah tahun 2019. Disamping itu, Kabag Bina Program dan Anggaran PTE juga menyampaikan kembali kesediaan komitmen dari segenap unsur kegiatan untuk melaporkan kemajuan pekerjaan sesuai dengan jadwal yang telah disepakati.

Dalam kegiatan kick off meeting kali ini dilaksanakan sesi pemaparan, diawali dengan arahan Kegiatan Telemedicine oleh  Kepala Program  Sistem Elektronika Telemedicine, Dr. Pratondo Busono, diikuti dengan diskusi singkat dimoderatori oleh Chief Engineer Dr. Ananda Kusuma dan didampingi Program Manager Ir. Arief Barkah. Sesi selanjutnya diisi dengan paparan  “Pengenalan STM32” oleh Dr. Fadjar Rahino antara lain membahas teknologi produk  STM32, jenis-jenis Development Board, STM32F4 yang digunakan pada  mobileECG-12 lead,  dan  simulasi led blinking menggunakan STM32F4 discovery board.

Dilakasanakan juga sesi  diskusi dimulai dan dimoderatori oleh Ir. Arief Rufiyanto, kemudian diisi dengan presentasi tentang “Reverse Engineering Aplikasi ECG-Viewer” oleh Willy Dharmawan,ST yang antara lain membahas flow chart proses reverse engineering mobileecg. Selanjutnya dilakukan pembahasan “Simulasi Telemedicine - Lab ANP” oleh Tahar Agastani dengan pokok bahasan, antara lain standar format data DICOM, metode pengukuran QoS dan QoE, tools pengukuran : MatLab, ImageJ, Orthanc, dan Open Software/Library yang tersedia.

Program Kegiatan Sistem Elektronika Telemedicine merupakan fokus kegiatan dilingkungan Pusat Teknologi Elektronika BPPT, yang diharapkan akan menelorkan produk unggulan telemedicine.

Produk ADS-B Hasil Disain BPPT Berhasil Mendapat Sertifikasi Dari Kemenhub

Prototype ADS-B (Automatic Dependent Surveillance Broadcast) Ground Station buatan Indonesia hasil disain BPPT yang diproduksi oleh PT INTI berhasil memperoleh Sertifikasi dari Direktorat Jendral Perhubungan Udara - Kementrian Perhubungan tanggal 15 Maret 2017.

ADS- B adalah perangkat Surveillance atau pengawasan lalu-lintas penerbangan yang dipakai oleh Pemandu Lalu-lintas Penerbangan / Air Traffic Controller untuk mengontrol dan mengawasi separasi atau jarak aman antar pesawat.

Dalam proses sertifikasi ini BPPT melakukan supervisi bagi PT INTI dalam proses produksi ADS-B ini sebagai produk industri sesuai dengan standar regulasi dari ICAO DO-260B dan ED-129B serta memberikan bantuan teknis dalam pengujian dengan menggunakan peralatan standard pengujian standard ADS-B di Laboratorium Navigasi Pusat Teknologi Elektronika BPPT. Dalam proses sertifikasi ini juga dilakukan ujicoba integrasi data ADS-B hasil produksi PT INTI ke Test Bench e-JATSC (Jakarta Air Traffic Service Center

Laboratorium Uji Inovasi TIK BPPT Ditetapkan Sebagai Lab Uji Kominfo

JAKARTA,  Usai meraih Akreditasi d5ari Komite Akreditasi Nasional dengan nomor -LP-1001-IDN pada Tahun 2016 lalu, Laboratorium Inovasi Teknologi Informasi dan Komunikasi (Lab TIK) Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi terus berupaya memberikan layanan terbaik, utamanya untuk mendukung program prioritas nasional. Kerja keras inipun berbuah kepercayaan, hari ini Lab TIK secara resmi ditunjuk sebagai Balai Uji Perangkat Telekomunikasi oleh Direktorat Jenderal Sumberdaya dan Perangkat Pos dan Informatika(SDPPI) Kementerian Kominfo.

Deputi Bidang Teknologi Informasi Energi dan Material (TIEM BPPT), Hammam Riza yang hadir pada acara ini, juga menerima Penyerahan Sertifikat Akreditasi Lab Inovasi TIK sebagai Balai Uji Perangkat Telekomunikasi, yang diberikan oleh Dirjen SDPPI Kominfo, dalam acara Temu Vendor Nasional yang di selenggarakan oleh Kementerian Kominfo di Hotel Grand Aquilla, Bandung, (13/4).

Dikatakan Hammam, penunjukan Lab Inovasi TIK sebagai Balai Uji ini, merupakan mandat besar bagi BPPT untuk semakin menunjukkan eksistensinya dalam mendukung program pembangunan nasional.  “Kami akan berupaya untuk menjadikan Kepercayaan yang diberikan oleh Kementrian Kominfo melalui Dirjen SDPPI ini sebagai peningkatan peran Laboratoria di BPPT untuk membantu pemerintah dalam meningkatkan kualitas produk lokal dan daya saing industri dalam negeri,” kata Hammam.

Terkait perangkat telekomunikasi nasional, Hammam melihat bahwa industri dalam negeri sebenarnya mampu untuk menciptakan produk-produk yang berkualitas sesuai dengan Standard Nasional Indonesia (SNI), maupun standard internasional. Hanya  saja untuk memenuhi legalitas sesuai standard tersebut, perangkat harus diuji oleh Laboratorium yang sudah terakreditasi, salah satunya harus lulus uji Emisi dan Imuniti.  Saat ini ungkap Hammam, karena keterbatasan Lab uji  di Indonesia maka menjadikan para produsen di dalam negeri mengujikan produknya ke luar negeri.  “Tentunya menjadi beban cost tersendiri serta menjadikan terlambatnya deliveri produk mereka kepada Masyarakat. BPPT Melalui Lab EMC yang sudah dibangun di kawasan Puspiptek, Tangsel dan telah ditetapkan sebagai lab uji oleh Kominfo maka diharapkan mampu menyelesaikan kendala kendala tersebut,” ujarnya.

BPPT melalui Lab Inovasi TIK ini tutur Hammam, tentu akan menjadi solusi untuk peningkatan kualitas dan TKDN perangkat telekomunikasi yang akan digunakan di Indonesia. “TKDN untuk mendukung pembangunan telekomunikasi Indonesia sangatlah penting. Untuk itu Lab TIK dalam menghadapi  perkembangan kebutuhan perangkat telekomujikasi di Indonesia terutama menghadapi era digital dan IoT di awal 2020  nanti maka Lab TIK BPPT juga   Melaksanakan kajian terhadap teknologi IoT. Kartu Cerdas  dan IT security yang akan mendukung peningkatan TKDN industri perangkat Telekomunikasi di indonesia,” rinci Hammam.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal SDPPI, Ismail mengungkapkan reorientasi proses sertifikasi Alat dan Perangkat Telekomunikasi dapat dilakukan dengan memanfaatkan Lab Uji BPPT oleh industri, tanpa Kominfo harus membangun sendiri.  Menurutnya, ini adalah efisiensi anggaran negara dan terobosan penting dalam proses sertifikasi yg berjalan selama ini. “BPPT melalui Lab Inovasi TIK ini tentu akan menjadi solusi untuk peningkatan kualitas dan TKDN perangkat telekomunikasi yang akan digunakan di Indonesia,” pungkasnya

Pada sesi tersebut Deputi Kepala BPPT Hamam Riza menyampaikan informasi kepada peserta Temu Vendor mengenai kluster Laboratorium Inovasi TIK BPPT. Kluster Laboratorium Inovasi TIK BPPT ini dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas pengujian pada 10 jenis laboratorium, yaitu : Laboratorium EMC (Electromagnetic Compatibility), Laboratorium Fotonika, Laboratorium Navigasi, Laboratorium Telemetri, Laboratorium  ANP (Advanced Network Protocol), Laboratorium MDN (Multimedia Digital Network), Laboratorium Teknologi Kartu Cerdas (Smartcard), Laboratorium DSP (Digital Signal Processing), Laboratorium OSSE (Open Source and Software Engineering), dan Laboratorium Keamanan Informasi dan Forensik  (Forensic and  Information Security). Sumber Humas BPPT

Surveilans Sistem Manajemen Mutu SNI ISO/IEC 17025:2008 Laboratorium Inovasi TIK

Pengakuan formal kompetensi sebuah laboratorium pengujian di Indonesia dari badan akreditasi nasional yaitu Komite Akreditasi Nasional (KAN) dan sebagai dasar acuannya menggunakan standar SNI ISO/IEC 17025.

Laboratorium Inovasi TIK BPPT sejak tanggal 29 April 2015 telah mendapatkan pengakuan dari Komite Akreditasi Nasional (KAN) sebagai laboratorium penguji dengan menerapkan SNI ISO/IEC 17025:2008 dalam kegiatan pengujian untuk ruang lingkup di bidang pengujian radiated emission dan kartu cerdas nirkontak.

Untuk menjaga konsistensi penerapan SNI ISO/IEC 17025:2008 dalam aktifitas kegiatan pengujian KAN akan melakukan kegiatan surveilan setiap tahun pada lab yang telah terakreditasi. Oleh karena itu pada kesempatan surveilans tahun 2017 ini, Laboratorium Inovasi TIK bermaksud juga untuk memperluas ruang lingkup akreditasi. Penambahan ruang lingkup yang diusulkan adalah bidang conducted emission dan ultrasonografi (USG).

Pada tanggal 1-2 Maret 2017 kunjungan KAN untuk kegiatan surveilan dan assesmen ini diharapkan  laboratorium Inovasi TIK akan mendapatkan saran dan rekomendasi dalam rangka perbaikan berkelanjutan sistem mutu dalam menerapkan SNI ISO 17025 : 2008 secara konsisten. Acara ini diawali dengan opening meeting yang dibuka oleh Direktur Pusat Teknologi Elektronika (PTE) - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Selanjutnya Lead Asesor, Bapak Ediyanto Abdurakhim yang didampingi ibu Dewi Kusumawardani menjelaskan berbagai hal terkait audit surveilans dan assessmen meliputi tujuan audit, jadwal dan ruang lingkup audit yang akan dilaksanakan pada hari pertama dan kedua.

Setelah acara pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan meninjau laboratorium penguji Kompatibilitas Elektromagnetik, Kartu Cerdas, dan Elektromedika. Komentar dan saran positif yang telah disampaikan Lead Asesor mendorong  tim laboratorium bersemangat dalam upaya untuk memelihara dan meningkatkan jaminan mutu hasil kegiatan laboratorium. Disampaikan pula bahwa laboratorium EMC, Smartcard dan Elektromedika merupakan laboratorium yang memiliki prospek cukup besar, karena masih sedikit laboratorium setara seperti yang ada di PTE ini. Terutama sekali untuk laboratorium Smartcard, mungkin hanya satu-satunya di Indonesia.

Closing meeting dilakukan pada hari Kamis tanggal 2 Maret 2017 disampaikan oleh Lead Asesor dengan penyampaian beberapa temuan ketidaksesuaian yang perlu ditindak lanjuti oleh Laboratorium Inovasi TIK dalam waktu yang telah ditentukan. Pada kesempatan ini  Direktur PTE , Dr. Yudi Purwantoro, yang juga bertindak sebagai  manajemen puncak menyampaikan bahwa akan berupaya untuk segera melakukan tindakan perbaikan dan berharap tindakan perbaikan yang dilakukan dapat memenuhi kesesuaian yang dipersyaratkan guna mempertahankan sertifikat akreditasi yang sudah diperoleh dan penambahan ruang lingkup pengujian diterima/disetujui.

Login Form

Hubungi Kami

Gedung Teknologi Informasi, Komunikasi dan Elektronika, No. 254
Kawasan PUSPIPTEK Serpong, Tangerang 15314

Tel: (021) 75791272 Ext. 3555

Fax: (021) 75791266