Tel: (021) 75791272 Email: sekr-pte@bppt.go.id

Automatic Identification System (AIS)

 

  

Automatic Identification System (AIS) adalah sebuah Transceiver yang bekerja pada frekuensi maritim 161,975 MHz dan 162,025 MHz sesuai regulasi Internasional Maritime Organization (IMO).

Perangkat ini secara otomatis mengirimkan AIS Message kesemua arah, Message yang dikirimkan antara lain berisi Mobile Maritime System Identification (MMSI) atau ID Kapal,  Kecepatan Kapal, Posisi Kapal, Arah Kemudi Kapal, dan seterusnya sehingga kapal lain di sekitar kapal tersebut yang sudah dilengkapi dengan perangkat AIS Transceiver dapat mengetahui secara terus menerus situasi lalulintas disekelilingnya yang ditampilkan pada layar display monitor Electronic Chart Display Information System (ECDIS) / System Electronic Navigation Chart (SENC) atau Electronic Navigation Chart (ENC).

Dengan terpasangnya AIS Transceiver di kapal maka Perangkat Monitoring Pelayaran di Darat / Vessel Tracking System (VTS) dapat memonitor situasi lalu lintas yang berada di area pengamatan mereka dengan baik dan dapat memberikan arahan atau petunjuk jika terjadi situasi yang berbahaya setiap saat.

Jika kapal sudah keluar dari jangkauan AIS Base Station maka selanjutnya AIS Message yang dikirimkan oleh AIS Transceiver tersebut dapat diterima oleh Perangkat AIS Receiver Satellite yang kemudian mengirimkan AIS Message tersebut ke VTS sehingga posisi kapal tersebut dapat selalu dimonitor pada VTS.

BPPT saat ini sedang mengembangkan AIS Class B untuk kapal berbobot kurang dari 300 GT, terutama diperuntukkan untuk kapal-kapal nelayan.

Automatic Dependent Surveillance- Broadcast (ADS-B)

ADS-B yang merupakan singkatan dari Automatic Dependent Surveillance – Broadcast adalah sebuah sistem pemantauan (surveillance) penerbangan nir radar. Pesawat udara yang dilengkapi dengan sebuah transponder mengirimkan data penerbangan secara otomatis (automatic). Data penerbangan seperti posisi dan kecepatan diperoleh dari sistem satelit navigasi GNSS (Global Navigation Satellite System).   Data penerbangan yang dipancarkan secara broadcast ini akan diterima dan diproses oleh stasiun penerima (ground station). Terminologi dependent menyatakan bahwa data penerbangan bukan diinisiasi oleh ground station (sebagaimana layaknya sistem radar), melainkan oleh pesawat udara. Sistem ADS-B ini juga memungkinkan komunikasi data antar pesawat udara.

ICAO (International Civil Aviation Organization) telah menetapkan peta jalan bahwa ADS-B ini akan menjadi sistem surveillance yang baku sebagai pelengkap sistem yang sudah ada seperti sistem radar untuk meningkatkan keselamatan penerbangan. Dengan demikian Indonesia sebagai anggota ICAO selayaknya mengikuti peta jalan tersebut.

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi melalui Pusat Teknolgi Elektronika telah mengkaji dan mengembangkan sistem ADS-B sejak tahun 2007. Bekerjasama dengan industri nasional yang dipimpin oleh PT. Industri Telekomunikasi Indonesia (INTI) sebuah produk komersial ADS-B Ground Station telah dihasilkan dan telah disertifikasi oleh Kementerian Perhubungan. Diharapkan bahwa dengan digunakannya produk anak bangsa ini maka industri nasional untuk penerbangan akan tumbuh sehingga timbul produk – produk navigasi penerbangan lainnya.

                    

 

          

     

                                            

Tugas dan Fungsi

Tugas :

Melaksanakan pengkajian dan penerapan di bidang teknologi elektronika.

Fungsi :

  • Pelaksanaan pengkajian dan penerapan di bidang teknologi elektronika;
  • Pelaksanaan pengkajian dan penerapan di bidang teknologi instrumentasi;
  • Pelaksanaan pengkajian dan penerapan di bidang teknologi telekomunikasi;
  • Penyiapan bahan rumusan kebijakan teknologi elektronika;
  • Pelaksanaan perencanaan, monitoring, evaluasi program dan anggaran di lingkungan Pusat Teknologi Elektronika.

Hubungi Kami

Gedung Teknologi Informasi, Komunikasi dan Elektronika, No. 254
Kawasan PUSPIPTEK Serpong, Tangerang 15314

Tel: (021) 75791272 Ext. 3555

Fax: (021) 75791266